Bagaimana Cara Memakai OCO Order yang Efisien?

By | December 29, 2022

Saat Anda terjun ke dunia trading forex, ada sebagian ‘perintah’ yang bisa Anda memberi tambahan kepada broker ketika mobilisasi kesibukan trading. Hal ini disebut terhitung sebagai order. Secara singkat, order adalah permintaan trader yang diberikan kepada broker.

Ada sebagian jenis order yang bisa digunakan trader untuk mempermudah kesibukan mereka di pasar. Salah satunya adalah OCO. Bagaimana langkah kenakan OCO order yang baik?

Berkenalan Dengan OCO Order

OCO atau One Cancels the Other Order adalah jenis market order yang sering dipakai oleh trader. Secara sederhana, OCO merupakan jenis perintah yang melibatkan dua jenis order. Salah satu order bakal otomatis di batalkan ketika order yang lainnya tereksekusi. Tipe order ini kebanyakan digunakan oleh trader yang memasang posisi di daerah berseberangan.

Cara kenakan OCO order yang umum adalah dengan dengan menggabungkan order sell dan buy di platform trading. Ketika tidak benar satu target harga tercapai dan order tereksekusi, maka order yang lainnya bakal segera dibatalkan. Dengan demikian, trader tak bakal menderita kerugian akibat mobilisasi dua posisi trading yang berlawanan.

Memasang OCO Order

Bagaimana Cara Memakai OCO Order yang Efisien?
Bagaimana Cara Memakai OCO Order yang Efisien?

Ada berbagai langkah kenakan OCO order dalam forex. Namun, terhadap awalnya Anda mesti meyakinkan apakah platform trading Anda telah support jenis order ini. Beberapa platform trading memberi tambahan opsi untuk memasang OCO fungsi memudahkan penggunanya. Lalu, bagaimana dengan dengan software trading kondang seperti MetaTrader?

Banyak trader yang menggunakan platform MetaTrader dalam kesibukan tradingnya. Sayangnya, OCO sendiri bukanlah bawaan MetaTrader. Meski demikian, Anda tetap bisa menggunakan OCO di MetaTrader. Caranya adalah dengan dengan mengunduh software sejenis Expert Advisor untuk memberi tambahan faedah ini terhadap platform trading Anda. EA sendiri merupakan software otomatisasi yang terlalu mungkin trader memasang order dengan dengan peraturan spesifik.

Secara garis besar, ada dua jenis OCO order yang bisa Anda aplikasikan sebagai anggota trick trading. Yaitu OCO breakout dan OCO reversion. Apa perbedaan berasal berasal dari dua jenis OCO order ini?

OCO Reversion

OCO reversion sebetulnya serupa dengan dengan OCO order, tetapi dengan dengan target yang berbeda. Jika OCO terhadap kebanyakan bakal membatalkan order, maka OCO reversion cuma membatasi order saja. Dengan menggunakan jenis OCO ini, profit bisa didapatkan berasal berasal dari pergerakan yang telah lengkap dan bakal berjalan pullback.

Anda bisa mengaplikasikan OCO jikalau telah mengidentifikasi harga yang mempunyai kemungkinan berbalik arah. Caranya bisa dengan dengan memasang entry price sebagai order limit dengan dengan harapan harga bakal memantul kembali berasal berasal dari titik open posisi.

OCO Breakout

Jenis yang ke-2 adalah OCO breakout. Template order ini bisa digunakan ketika trader meminta bakal berjalan breakout. Karena order ini bisa diisi dengan dengan dua order sekaligus, maka trader tak mesti repot mengira-ngira kemana arah breakout bakal terjadi.

Anda bisa menggunakan satu order untuk posisi buy stop, dan yang lainya untuk sell stop. Dengan demikian, ke manapun arah berakout melangkah, posisi bakal tereksekusi sesuai target dan tetap safe gara-gara posisi lain yang berlawanan bakal di-cancel oleh sistem OCO breakout.

Memakai OCO Agar Efisien

Seorang trader mempunyai pengalaman pasti telah mengetahui dengan dengan pemakaian market order seperti OCO order. Akan tetapi, perihal ini kebanyakan tak dipahami oleh para pemula yang belum mengetahui langkah menggunakan perintah ini secara efisien. Yang mesti Anda ketahui, ada dua langkah kenakan OCO order sehingga efisien.

Menggunakan Support dan Resistance

Salah satu kunci berhasil kenakan OCO order adalah mengetahui support dan resistance. Sebab ke-2 garis selanjutnya bakal menjadi indikator penentu order. Contohnya seperti ini, anggaplah asset yang Anda incar berada di range $20 dan $22.

Maka Anda bisa memasang OCO order dengan dengan buy stop di atas $22 dan sell stop di bawah $20 jikalau dambakan breakout. Jika harga berhasil menembus garis resitance atau garis support, maka order bakal segera tereksekusi. Sementara itu, order lainnya yang tidak tereksekusi bakal segera dibatalkan.

Nah, jikalau trader dambakan menggunakan trick retracement, maka yang mesti ditunaikan adalah memasang posisi buy terhadap support dan sell terhadap resitance. OCO order yang dipasang adalah buy limit terhadap posisi $20 dan sell limit di sekitar $22.

Jangan lupa untuk menanyakan Info kepada broker Anda terkait kebijakan order. Pastikan apakah ada cost rollover yang dikenakan jikalau satu posisi tertahan satu hari lebih lama.

Memanfaatkan Inside Bar

Cara kenakan OCO order yang lain adalah dengan dengan menggunakan pola Inside Bar. Strategi ini sebetulnya memadai kondang di kalangan day trader dan scalper, gara-gara formasi harganya mudah dijumpai di berbagai time frame. Candlestick ini menunjukan situasi konsolidasi pas pasar istirahat sejenak sesudah bergerak dengan dengan tren yang kuat.

Inside Bar adalah jenis candlestick dengan dengan body dan ekor seutuhnya berada dalam range Bar terhadap awalnya (Mother Bar). Candlestick ini terhitung disebut dengan dengan harami. Pembetukan Inside Bar kebanyakan diikuti dengan dengan penerusan trend. Namun, tak jarang berjalan retracement atau pembalikan arah tren jikalau harga gagal menembus level support atau resitance penting.

Pada umumnya, Inside Bar digunakan untuk trick trading breakout, baik break high maupun break low. Dengan demikian, OCO Breakout bisa digunakan untuk mengamankan posisi buy stop di harga tertinggi (high) Mother Bar dan sell stop di harga paling rendah (low) Mother Bar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *